Makalah
Metodologi studi islam
Tentang:
Urgensi studi islam
Oleh :
Hidayatul Rafles 411.061
Indah Permata Sari 411.184
Hafiza 411.285
Ramadhana Putri 411.415
Wandi Saputra 411.
Dosen pembimbing :
Azizah meria, M. Ag
JURUSAN TADRIS IPS SEJARAH
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
IMAM BONJOL PADANG
Tahun 2012 M/ 1434 H
Urgensi
studi islam
1.
Pengertian
Secara
bahasa metodelogi islam berasal dari kata “metodos”
yang berarti cara dan “logos”
berarti ilmu. Berarti metodelogi adalah ilmu tentang cara atau jalan. Maka
metodelogi islam merupakan jalan yang mudah di tempuh untuk memudahkan pendidik
dalam membentuk pribadi muslim yang berkepribadian islam dan sesuai dengan
ketentuan-ketenuan yang di gariskan oleh al-Quran dan hadist.
Menurut
beberapa ahli pengertian metodelogi adalah :
a.
Menurut M. Zein,
metodelogi studi islam adalah satu cabang ilmu engetahuan yang membahas
cara-cara yang dapat ditempuh untuk dapat mencapai tujuan sesuai dengan yang
dikehendaki.
b.
Menurut
zulkhairini dkk, merupakan segala usaha yang sistematis dan pragmatis untuk
mencapai tujuan agama, melalui berbagai aktifitas baik di dalam atau di luar
kelas dalam lingkungan sekilah[1]
c.
Menurut Taufik
Abdullah studi islam adalah pengkajian tentang ilmu-ilmu ke islaman.[2]
Maka studi islam
adalah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta mambahas
secara mandalam tentang seluk beluk atau hal-hal yang berhubungan dengan agama
islam baik yang berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktek-praktek
pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari – hari.[3]
2.
Pembahasan Studi
Islam
Pendidikan islam
merupakan komponen yang tidak dipisahan antara satu dengan yang lain. Menurut
Abu Ahmadi ruang lingkup pendidikan islam pada dasarnya mengacu pada lima hal
yaitu:
a.
Perencanaan,
adalah suatu kegiatan yang dilakukan sebelum melakukan suatu aktifitas.
b.
Bahan
pembelajaran, yaitu sesuatu yang diberikan kepada siswa saat berlangsungnya
proses belajar mengajar.
c.
Strategi
pembelajaran, berarti rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai
sasaran khusus.
d.
Media
pembelajaran (alat), sarana yang dapat membantu proses belajar mengajar atau
menetapkan alat penelitian yang paling tepat untuk anak didik.
e.
Evaluasi,
memberikan pertimbangan atau nilai berdasarkan kriteria tertentu.[4]
Karena
pendidikan agama bertujuan sebagai suatu kegiatan yang membentuk manusia agamis
dengan menanamkan aqidah keiamanan, amaliah, dan budi pekerti yang terpuji
untuk menjadi manusia yang taqwa kepada Allah SWT. Dan membetuk keseimbangan
hidup di dunia dan akhirat.[5]
3.
Tujuan
Metodelogi Studi Islam
Setiap usaha
mesti mengandung tujuan, dan setiap orng yang terlibat dalam suatu usaha
haruslah mengarahkan segala daya upayanya untuk mencapai tujuan secara efektif
dan efisien. Studi Islam, sebagai usaha untuk mempelajari secara mendalam
tentang islam sudah tentu mempunyai tujuan yang jelas, adapun arah dan tujuan
studi Islam sebagai berikut:
a.
Untuk
mempelajari secara mendalam tentang apa sebenarnya agama islam itu dan bagaimana
posisi serta hubunganya dengan agama lain dalam kehidupan budaya manusia.
b.
Untuk
mempelajari secara mendalam pokok-pokok isi ajaran agama Islam yang asli dan
bagaimana penjabaran dan operasionalisasinya dalam pertumbuhan perkembangan
budaya dan peradaban islam sepanjang sejarahnya.
c.
Untuk
mempelajari secara mendalam sumber dasar ajaran agama islam yang tetap abadi
dan dinamis, dan bagaimana aktualisasinya.
d.
Untuk
mempelajari secara mendalam prinsip-prinsip dan nilai-nilai ajaran agama islam
dan bagai mana realisasinya dalam membimbing dan mengarahkan serta mengontrol
perkembangan budaya dan peradaban manusia pada zaman modren ini.[6]
Tujuan pengajaran agama
islam itu, harus berisi hal-hal yang dapat menumbuhkan dan memperkuat iman
serta mendorong kepada kesenagan mengamalkan ajaran agama Islam.[7]
4.
Urgensi Metode
Dalam Studi Islam
Pada saat ini umat Islam sedang
menghadapi tantangan dari kehidupan dunia dan budaya modern, studi keislaman
menjadi sangat urgen. Urgensi studi islam dapat di pahami sebagai berikut:
a.
Umat Islam pada
saat ini berada dalam kondisi problematis. Saat ini umat Islam masih berada
dalam posisi pinggiran dan masih lemah dalam segala sosial budaya. Umat Islam
harus biasa melakukan gerakan pemikiran yang dapat menghasilkan konsep
pemikiran yang cemerlang dam operasional untuk mengantisipasi perkembangan dan
kemajuan tersebut.
b.
Umat manusia dan
peradabannya berada dalam suasana problematis. Pesatnya perkembangan dan
teknologi moderen telah memmbuka era baru dalam perkembangan budaya peradaban
umat manusia, yaitu era globalisasi. Berbagai situasi problematis yang
ditimbulkan oleh illmu pengetahuan dan filsafat modern. Situasi seperti itu
bukan hanya menimpa atapi juga tantangan bagi seluruh umat manusia di seluruh
dunia, termasuk umat islam. Disinilah letak urgensi studi islam, untuk
mengambil kembali ajaran-ajaran islam yang murni dan asli bersifat manusiawi
dan universal mewujudkan dirinya sebagai Rahmatan
lil ‘alamin.
5.
Metode-Metode
dalam Studi Islam
Metode studi islam dapat dijabarkan di
antaranya:
a.
Metode diakronis
Merupakan
suatu metode mempelajari islam yang menonjolkan aspek sejarah. Metode dikronis
disebutjuga metode sosio-historis, yakni suatu metode pemahaman terhadap suatu
kepercayaan, sejarah atau kejadian dengan melihatnya sebagai suatu kenyataan
yang mempunyai kesatuan yang mutlak dengan waktu, tempat, kebudayaan, golongan
dan lingkungan dimana kepercayaan, sejarah atau kejadian itu muncul.
b.
Metode
sinkronis- Analitis
Merupakan
suatu metode mempelajari islam yang memberikan kemampuan analisis teoristis
yang sangat berguna bagi perkembangan keimanan dan mental intelek umat islam.
Metode ini tidak semata-mata mengutamakan segi aplikatif praktis, tetapi jga
mengutamakan telaah teoritik.
Metode
diakronis dan sikronis-analistismenggunakan asumsi dasar sebagai berikut:
Ø Islam adalah agama wahyu Ilahiyang berlainan dengan
kebudayaan sebagai hasil daya cipta dan rasa manusia(QS. Al-Najm: 3-4).
Ø Islam adalah agama yang sempurna dan diatas
segala-galanya(QS. Al-Maidah:3)
Ø Wajib bagi umat islam untuk mengajakpada ma’ruf dari
nahi munkar.
(QS. Ali Imran:
104)
Ø Wajib bagi umat islam untuk mengajak orang lain
kejalan Allah dengan jalan yang hikmah dan penuh kebijaksanaan.(QS.
An-Nahl:125)
Ø Wajib bagi umat islamuntuk mengajak orang
lainmenurut kemampuannya.
Ø Wajib bagi sebagian umat islam untuk memperdalam
ajaran agama islam.(QS. At-taubah: 122)[8]
c.
Metode problem
solving (hallu al-musykilat)
Merupakan
metodeislam yang mengajak pemeluknyauntuk berlatih menghadapi berbagaimasalah
dari satu cabang ilmupengetahuan dengan solusinya.
d.
Metode Empiris
(tajribiyah)
Suatu
metode yang mempelajari Islam yang memungkinkan umat Islam mempelajari melalui
proses realisasi, aktualisasi, dan internalisasi norma-norma dan kaedah islam
dengan suatu proses aplikasi yang menimbulkan suatu interaksi sosial, kemudian
secara deskriptif proses interaksi dapat dirumuskan dalam suatu sistem norma
baru.
e.
Metode deduktif
(Al-Manhaj al-istinbathiyah)
merupakan
suatu metode memahami islam dengan cara menyusun kaedah-kaedah secara logis dan
filosofis, dan selanjutnya kaidah-kaidah
itu di aplikasikan untuk menentukan masalah-masalah yang di hadapi.
f.
Metode
induktif(al-manhaj al-istirayyah)
Suatu
metode yang memahami Islam dengan cara menyusun kaidah-kaidah hukum untuk
diterapkan kepada masalah-masalah furu’
yang disesuaikan dengan mazhabnya yang lebih terdahulu.
Metode
pengkajiannya dimulai dari masalah-masalah khusus, lalu di analisis, kemudian
di susun kaidah hukum dengan catatan setelah terlebih dahulu di sesuaikan
dengan mazhabnya.
Pelaksanaan
metode induktif dapat dilakukan dengan empat tahap, yaitu:
1.
Adanya
penjelasan dan penguraian serta penampilan topik pikran yang umum.
2.
Menampilkan
pokok-pokok pikiran dengan cara menghubungkan hubungan masalah tertentu,
sehingga dapat mengikat bahasan untuk menghadiri masuknya bahasan yang tidak
relevan.
3.
Identifikasi
masalah dngan mansistematisasi unsur-unsurnya
4.
Implikasi
formulisasi yang baru tersebut.[9]
6.
Pendekatan Studi
Islam
Adapun
pendekatan studi islam ada empat yaitu:
a.
Pendekatan
kesejarahan
Maksudnya
adalah meninjau suatu permasalahan dari sudut tinjauan sejarah dan menjawab
permasalahan serta menganalisisnya denan menggunakan metode analisis sejarah.
Sejarah
atau histori adalah studi yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa atau
kejadian-kejadian masa lalu, yang menyangkut kejadian atau keadaan yang
sebenarnya. Sejarah memang berhubungan dengan peristiwa masa lalu, namun
perisiwa masalalu tersebut hanya berarti dapat kita pahami dari sudut tinjau
masa kini dan kita dapat benar-benar
memahami peristiwa dan kejadian masa lalu.[10]
b.
Pendekatan kefilsafatan
Maksudnya
adalah melihat suatu permasalahan dari sudut tinjauan filsafat dan berusaha
untuk menjawab dan memecahkan permasalahan itu dengan menggunakan metode
analisis filsafat.
Pada
dasarnya filsafat adalah berfikr untuk memecahkan masalah atau pertanyaan dan
menjawab sesuai pemikiran.[11]
c.
Pendekatan
ilmiah
Maksudnya
adalah meninjau dan menganalisis suatu permasalahan atau objek studi dengan
menggunakan metode ilmiah pada umumnya.
Ciri
pokok dari pendekatan ilmiah adalah terjaminnya objektifitas dan keterbukaan
dalam studi. Objektivitas suatu studi akan terjamin jika kebenaranya bisa dibuktikan
dan didukung oleh data-data yang kongkrit dan rasional.
d.
Pendekatan
doktriner
Maksudnya
adalah pendekatan studi dikalangan umat islam yang berlangsung selama ini.
Pendekatan doktriner tersebut dimaksudkan bahwa agama islam sebagai objek studi
diyakini sebagai sesuatu yang suci dan merupakan doktrin-doktrin yang berasal
dari ilahi yang mempunyai nilai (kebenaran) absolute, mutlak dan unniversal.[12]
Ke
empat pendekatan tersebut dimaksudkan bukanlah sebagai pendekatan-pendekatan
yang di laksanakan secara terpisah satu dengan yang lainya melainkan merupakan
satu kesatuan sistem yang dalam pelaksanaannya secara serempak, yang saling
melengkapi atau merupakan pendekatan sistematis. Dam ke empat pendekatan
tersebut merupakan satu kesatuan yang terpadu untuk mencapai tujuan akhirnya,
yaitu mendapatkan gambaran pemahaman tentang agama Islam secara luas, mendalam
namun utuh dan dinamis.
7.
Pertumbuhan
Studi Islam
[1] Dr.
Armai Arief, M.A. Pengantar Ilmu dan Metodelogi Pendidikan Islam.(Jakarta :
Ciputat Pres. 2002) h. 87
[2] Rosniati
Hakim, Metodelogi Studi Islam.(Padang : Baitul Hikmah.2002) h.1
[3] Muhaimin
dkk, Kawasan dan Wawasan Studi Islam. Kencana. H.1.
[4] Armai Arief,
Opcit hal. 89-92
[5] Drs. M.
Basyirudin Usman, M. Pd. Metodelogi Pengajaran Agama Islam. (Padang: IAIN
Press. 1999) hal. 4
[6] Rosniati
Hakim, Op.cit hal.9
[7] Dr.
Zakiah Darajat dkk, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Jakarta: hal. 64
[8]
Muhaimin. Op.cit. h. 16
[9] Ibid. H.
17
[10]
Rosniati hakim, Op. Cit. H 23
[11]
Muhaimin, Op. Cit. H 13
[12]
Rosniati Hakim, Op. Cit. H 16
Tidak ada komentar:
Posting Komentar